Penjara Nama

Shopee Lokal Day Banner Ad

Lirik Lagu Xkatira – Penjara Nama menghadirkan karya puitis yang mengangkat tema tentang identitas, ketenaran, dan kehilangan makna diri. Ditulis oleh Ari Pujangga dan dirilis pada 5 Juni 2026, lagu ini menyuguhkan lirik yang penuh metafora, mengajak pendengar merenungkan hubungan antara nama besar, pujian manusia, dan keadaan jiwa yang sebenarnya.

Melalui “Penjara Nama”, Xkatira menggambarkan bagaimana seseorang dapat terjebak dalam gelar, sorakan, dan citra yang dibangun oleh dunia. Setiap bait menyoroti bahaya ketika nama lebih dijaga daripada makna hidup itu sendiri, hingga akhirnya manusia kehilangan kedekatan dengan jati dirinya. Dengan nuansa reflektif dan pesan yang mendalam, lagu ini menjadi pengingat bahwa kehormatan sejati tidak terletak pada kemegahan nama, melainkan pada ketulusan hati dan kesadaran akan asal-usul diri.

Lirik Lagu Penjara Nama

[Intro]
Huruf pertama jadi pagar
Huruf kedua jadi dinding
Huruf ketiga jadi menara
Menghadap ribuan cermin
Makin dipuji, makin tinggi
Makin dipandang, makin asing
Siapa kau sebelum diberi
Nama yang sedang kau junjung

[Chorus]
Gelar bertambah, benar berkurang
Sorak bertambah, sedar menghilang
Nama menjulang, jiwa terbuang
Nama menjulang, jiwa terbuang

[Verse 1]
Dahulu dia anak halaman
Bermain debu di kaki jalan
Mengenal bulan dari bendang
Mengira bintang tanpa bilangan, jumlah, dan angka
Datang saudagar membawa cermin
Katanya wajah mampu memimpin
Disisir angin, dipakaikan gelar
Nama kecil mula bertukar
Burung-burung datang memuji puji
Hinggap sekejap di ranting tinggi-gi
Dia percaya tiap sorakan, laungan tepik sorai
Adalah tanda sebuah tujuan hasrat sasaran
Lalu dibina pagar daripada huruf
Demi menjaga secebis sebut
Tak sedar pintu yang dikunci
Rupanya dirinya sendiri

[Chorus]
Gelar bertambah, benar berkurang
Sorak bertambah, sedar menghilang
Nama menjulang, jiwa terbuang
Nama menjulang, jiwa terbuang

[Bridge]
Nama yang kau junjung tinggi
Belum tentu mengenal diri
Bila cermin enggan berbunyi
Pulanglah kepada yang asli

[Verse 2]
Katanya nama itu pelita
Mangapa ramai berjalan buta?
Katanya nama itu benteng
Mengapa hati masih goncang?
Aku hairan melihat manusia
Takut hilang bunyi daripada namanya
Seolah huruf-huruf yang dipinjam
Mampu membeli tambahan malam
Bukankah kubur cuma ukuran tanah?
Bukan ukuran sorak dan megah
Bukankah nisan sekadar batu?
Bukan anugerah yang kau buru
Lalu apa yang sedang kau jaga?
Nama itu atau maknanya?
Kerana yang paling kuat memenjara
Sering kali bukan dunia, tapi cermin yang kau puja

[Pre-Chorus]
Jangan jadi pohon paling tinggi
Jika akar lupa bumi
Jangan jadi nama yang besar
Jika jiwa makin tersasar

[Chorus]
Gelar bertambah, benar berkurang
Sorak bertambah, sedar menghilang
Nama menjulang, jiwa terbuang
Nama menjulang, jiwa terbuang

Shopee Lokal Day Banner Ad