Lirik Lagu Xkatira – Asal menghadirkan karya yang sarat dengan renungan tentang kehidupan, kerendahan hati, dan tujuan akhir manusia. Ditulis oleh Ari Pujangga dan dirilis pada 23 Juni 2026, lagu ini memadukan lirik puitis dengan pesan spiritual yang mendalam, mengajak pendengar untuk kembali mengingat asal-usul dan makna keberadaan di dunia.
Melalui “Asal”, Xkatira menggambarkan perjalanan manusia yang sering terlena oleh pujian, kedudukan, dan gemerlap dunia, hingga lupa bahwa setiap yang hidup pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Dengan metafora tentang daun gugur, akar, tanah, dan cahaya, lagu ini menyampaikan pesan tentang kefanaan dunia serta pentingnya menjaga hati agar tidak alpa. Nuansa reflektif dan penuh hikmah menjadikan “Asal” sebagai lagu yang mengajak pendengar untuk merenung, bersyukur, dan memperbaiki arah hidup.
Lirik Lagu Asal
[Chorus]
Wahai diri, jangan alpa
Daun gugur kembali jua
Tinggi dahan menjulang megah
Akar menanti di bawah sana
Yang bernama akan binasa
Yang berjalan akan pulang jua
Asal tanah, asal cahaya
Kembali segala pada-Nya
[Verse 1]
Merenung langit malam, mencari makna di sebalik bintang
Ada yang mengejar nama hingga lupa pulang ke petang
Ada membina mahligai tinggi bertingkat-tingkat
Ada terlupa asas kukuh yang menampung setiap langkah
Kulihat sungai mengalir tidak memilih muara
Kulihat hujan menitis pada istana dan pondok desa
Ada yang lahir bergelang emas di pergelangan
Ada yang membesar hanya berteman harapan
Berjual beli masa demi angka dan kedudukan
Mengejar pujian hingga hilang arah tujuan
Bukan puisi ini menuding kepada sesiapa
Aku juga pernah hanyut dibuai warna dunia
Pernah kusangka tinggi itu tanda kemenangan
Rupanya rendah hati lebih mahal nilainya dari intan
Pernah kusangka banyak itu bererti bahagia
Rupanya cukup itu satu nikmat yang luar biasa
Lihatlah pohon besar bermula dari benih kecil
Lihatlah ombak besar lahir dari tiupan yang halus
Yang gagah hari ini boleh rebah bila-bila
Yang lemah hari ini mungkin bangkit dengan cahaya
Jangan lupa asal saat dipuji dan dipandang
Jangan lupa asal saat berjaya dan disanjung
Kerana tanah tidak pernah memilih siapa di atasnya
Dan akhirnya kita kembali kepada asal yang sama
Pernah kufikir langkahku jauh mengatasi sempadan
Pernah kuukur nilai diri pada tepukan dan pujian
Pernah kubilang rezeki hanya pada kiraan
Sedang nikmat yang terbesar hadir tanpa bayaran
Astagfirullah, betapa sempit pandangan
Mengejar bayang-bayang hingga terlupa tujuan
Kujaga wajah di hadapan mata manusia
Namun hati di dalam dada hampir tiada penjaga
Alhamdulillah atas luka yang mengajar sabar
Atas jatuh yang membuat langkah lebih sedar
Atas kehilangan yang mengingatkan fana
Atas kekurangan yang menjauhkan angkuh dan leka
Subhanallah, luas benar aturan-Nya
Ada yang diuji miskin, ada diuji mahkota
Ada yang tenggelam saat lautan memuji
Ada yang selamat walau perahunya sepi
Insya-Allah bila tiba hari pulang
Bukan nama yang kubawa, bukan emas yang kugenggam
Hanya amal dan jejak yang menjadi teman
Kerana asal dari tanah, kepada tanah dikembalikan
[Chorus]
Wahai diri, jangan alpa
Daun gugur kembali jua
Tinggi dahan menjulang megah
Akar menanti di bawah sana
Yang bernama akan binasa
Yang berjalan akan pulang jua
Asal tanah, asal cahaya
[Post-Chorus]
Ya qalbi la tansa al-mabda’
Kullu shay’in ya’udu yawman
Min turabin kana bad’una
Wa ilaihi narji’u da’iman
Ya qalbi la tagh bil-dunya
Fahiya zillun la yabqa
Kullu nafsin laha mi’aduha
Wal-aslu lillahi wahdah
[Verse 2]
Kulihat musim berganti tanpa pernah meminta izin
Daun yang hijau akhirnya gugur meninggalkan ranting
Begitulah usia, datang dan pergi bergilir
Tidak pernah terlewat walau sesaat dari takdir
Ada yang mengejar dunia hingga ke hujung senja
Ada yang mensyukuri secawan air dan sepotong doa
Ada yang memiliki segalanya namun jiwa tetap dahaga
Ada yang sederhana namun tenang dalam bahagia
La haula wa la quwwata illa billah
Betapa kecilnya kita di hamparan alam yang luas
Hari ini dipuji, esok mungkin dilupakan
Hari ini memimpin, esok pula dipimpin pulang
Yang kekal bukan suara yang pernah bergema
Yang kekal bukan takhta yang pernah dijulang tinggi
Yang tinggal hanyalah bekas tapak di atas bumi
Dan kisah yang ditinggalkan pada hati-hati
Subhanaka, segala jalan kembali bertemu
Sungai kembali ke laut, debu kembali ke debu
Dan manusia yang berkelana sepanjang usia
Akhirnya kembali mencari asal dirinya
Maka andai esok namaku hilang ditelan masa
Biarlah budi lebih lama hidup daripada bicara
Kerana setiap permulaan telah pun ada akhirnya
Dan setiap yang bernyawa akan kembali kepada asalnya
[Instrumental Break]
[Chorus]
Wahai diri, jangan alpa
Daun gugur kembali jua
Tinggi dahan menjulang megah
Akar menanti di bawah sana
Yang bernama akan binasa
Yang berjalan akan pulang jua
Asal tanah, asal cahaya
Kembali segala pada-Nya
