Lagu “Pemergian” dari Yaph mengangkat kisah tentang konflik keluarga, penderitaan emosional, dan keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang penuh ketakutan. Melalui lirik yang kuat dan narasi yang menyentuh, lagu ini menggambarkan kehidupan seorang anak yang menyaksikan pertengkaran orang tuanya serta kekerasan yang membuat rumah tidak lagi terasa aman.
Pada verse pertama, Yaph melukiskan perubahan suasana keluarga setelah kehadiran sang ayah tidak lagi membawa ketenangan. Komunikasi yang terputus, tangisan ibu, dan perilaku ayah yang digambarkan melalui lirik menjadi gambaran kehidupan rumah tangga yang dipenuhi tekanan. Sementara itu, verse kedua memperlihatkan situasi yang semakin menyakitkan, ketika sang anak menyaksikan penderitaan ibunya dan merasa kesulitan menghadapi keadaan yang berada di luar kendalinya.
Bagian chorus menyampaikan pesan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan dan setiap orang memiliki perjuangan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Liriknya juga mengajak pendengar untuk menjauh dari bisikan yang menyesatkan dan berusaha bertahan di tengah kesulitan. Secara keseluruhan, “Pemergian” menjadi refleksi tentang dampak konflik keluarga terhadap kondisi emosional seseorang serta keinginan untuk menemukan jalan keluar dari penderitaan. Lagu ini ditulis dan diproduseri oleh Mahfuz Alif, serta dirilis pada 1 Januari 2018.
Lirik Lagu Pemergian
[Verse 1]
Malam yang tenang
Dia termenung melihat bintang
Kondisi ruang
Tidak seperti dulunya lapang
Semenjak ayahnya pulang
Duduk semeja tak pernah sembang
Tidak menentang, walau semalam baru mengarang
Tulisannya sekadar lantang
Menangis lagi
Ibu menjerit tak habis lagi
Kendiri meratap memori palsu
Memintal segala polisemi dalam puisi
Mabuk todi, ayahnya angkat kaki
Rasian ngeri seperti ruji
Jadi dia saksikan segala sara bara ini
Tuhan nak menguji
[Chorus]
Nyanyikanlah siulan syurga
Engkau yang merasakannya
Dunia tak semudah yang kau sangka
Jauhkanlah dari bisikan
Engkau yang merasakannya
Dunia tak semudah yang kau sangka
[Verse 2]
Dah tiga malam
Dia berkurung dan duduk diam
Rasa selamat sebelum pejam
Rasa selawat cara nak hadam
Situasi sukar nak dikawal
Ayahnya kekal walau tak kenal
Darah dagingnya ini
Darah jaminan kelak tak boleh disangkal
Mata ibu dah bengkak
Dia merayu suara serak
Cuba nak lari ayah menghentak
Sungkur mendesak ibu merangkak
Riak muka tak nampak
Dunia ini penuh dengan penipuan
Jadi langkah terbaik dari pemergian
Dia tewas melawan tetap melawan, yeah
[Chorus]
Nyanyikanlah siulan syurga
Engkau yang merasakannya
Dunia tak semudah yang kau sangka
Jauhkanlah dari bisikan
Engkau yang merasakannya
Dunia tak semudah yang kau sangka