Lirik Lagu Thufail Al Ghifari – Sehelai Tirai Demokrasi merupakan salah satu lagu dalam album Syair Perang Panjang yang dirilis pada tahun 2004. Lagu ini menampilkan gaya rap yang khas dengan lirik penuh kritik, refleksi, dan pandangan ideologis dari penulis. Melalui susunan kata yang padat, metafora yang kuat, serta berbagai referensi sosial, politik, dan keagamaan, Thufail Al Ghifari menyampaikan ekspresi artistiknya mengenai isu-isu yang menjadi perhatian dalam karya ini.
Dalam “Sehelai Tirai Demokrasi”, Thufail Al Ghifari mengangkat berbagai tema yang berkaitan dengan pendidikan, demokrasi, identitas, dan keyakinan berdasarkan perspektif pribadinya. Lirik lagu ini berisi opini dan pandangan yang merupakan bagian dari ekspresi kreatif sang musisi, sehingga dapat dipahami sebagai karya seni yang merefleksikan sudut pandang penulis. Bagi pendengar yang ingin memahami isi lagu secara utuh, berikut lirik lengkap “Sehelai Tirai Demokrasi” beserta informasi mengenai albumnya.
Lirik Lagu Sehelai Tirai Demokrasi
[Verse 1]
Bercerita tentang kemiskinan dan setiap proporsi tentang keterbelakangan
Di sekolah ketika kau duduk dan membaca
Pelajari setiap kata bahasa dan budaya
Mentalar setiap isi sejarah dan urgensi tentang dogma
Dari setiap kurikulum yang dustakan intisari akidah
Lempar paradigma tentang perdamaian
Mengaliri kebenaran ke sudut pemurtadan
Senggama neraka dari percaturan modernitas
Yang palsukan makna rukun Islam di atas omong kosong pluralitas
Dongeng kebodohan kaum trinitas
Menjelma dari setiap candu yang selalu klise terbahas
Manipulasi setiap kedok toleransi
Bersembunyi di atas real type tentang cinta kasih
Boneka para kafir demokrasi
Ketelanjangan amarah sebuah nilai tentang hak asasi
Di setiap tinta ijazah yang berubah menjadi tirani konsumerisme
Instalasi otak tercuci gengsi modernitas
Di sekolah dan setiap bukti nyata kesenjangan kelas
Kebohongan pendidikan pada satu rangkaian ambisi kafir membakar batas
Antara kufar dan mukmin sejati
Simaklah musuh-musuh Islam di sekitar kita
Itulah para nasrani dan yahudi tak henti-hentinya
Selalu coba mendustakan syahadat kami
Yeah, come on
[Chorus]
Benturkan waktu
Sungguh batas kesesatan jarak membendung kalbu
Tertusuk pilu
Etape para pendusta agama di sekitarmu
Dan para sahabat yang termurtadkan, candu juru selamat palsu
Kuantitas para penipu membius dogma pluralitas senggama
Maka bersatulah umat Islam
Berteguhlah pada tali agama Allah
Dan janganlah kau bercerai berai
[Verse 2]
Pukul 7 pagi waktu Indonesia bagian Barat
Ketika sistem mulai palsukan makna dari dua kalimat syahadat
Sekolah umum tidak mengajarkan kita menjadi mukmin sejati
Rangkaian pembuta makna kemurnian akidah
Pendusta agama di atas kompromi demokrasi
Hipokrasi dari aksiomatis kristenisasi
Mengiringi strategi dari kelicikan regenerasi partai damai sejahtera
Mantra dajjal dan boneka para yahudi
Terlaknat dari omong kosong eintokia
Barigade para setan misionaris dan pengekor nasionalis
Universalitas agama yang menjebak kawah sudut pandang tentang neraka
Maka bersyukurlah kepada militansi
Karena fanatik adalah kunci muslim sejati
Sekolahku adalah tarbiyyah islamiyah
Murrobiku adalah wali kelasku
Nabi Muhammad SAW adalah teladanku
Dan Allah SWT adalah segalanya bagiku
Maka jadilah muslim sejati
Yang berlemah lembut terhadap sesama Islam
Dan bersikap keras terhadap orang kafir
Dari sehelai tirai demokrasi
Kemurnian yang harus tetap berdiri
Bersatu sehati menghapus setiap noda hitam di dalam kalbu
Bagi Indonesia dan kenangan syahid para mujahidin
Yang telah meninggal atas kemerdekaan bangsa ini
[Chorus]
Benturkan waktu
Sungguh batas kesesatan jarak membendung kalbu
Tertusuk pilu
Etape para pendusta agama di sekitarmu
Dan para sahabat yang termurtadkan, candu juru selamat palsu
Kuantitas para penipu membius dogma pluralitas senggama
Maka bersatulah umat Islam
Berteguhlah pada tali agama Allah
Dan janganlah kau bercerai berai
[Verse 3]
Langkah prestisius dari sebuah nilai kemunafikan toleransi
Ketika jawaban kasih adalah dogma pluralitas
Menghimpit buas pada satu estetika omong kosong para patriot pemurtadan
Menjelma pada suatu nuansa kedamaian
Sekedar topeng bagi setiap ambisi pemfitnah agama
Memberi ruang lingkup kepalsuan
Pada satu sketsa dilema pembenaran
Menjalar di setiap gerakan pengkafiran umat
Mereka memang tak henti-hentinya memerangi Islam
Mewujudkan fakta ambisi para misionaris edan
Di sini keluguan umat semakin termanfaatkan bagi sebuah agenda konspirasi global
Agenda pion-pion zionisme
Bintang daud dan retorika tentang keselamatan
Semaikan jihadmu di dada kawan
Genderang perang telah ditabuh
Tuk memerangi mereka yang selalu hadirkan fitnah bagi agama ini
Tuk memerangi mereka yang selalu memerangi dan mengusik agama ini
Ikat sorban dan rapatkanlah setiap saf-saf persaudaraan Islam
Makna kata kekhusyuan dan terjagalah dalam setiap kalimat Allah
Bersatulah umat Islam
Waktunya kita bangkit dan merebut kembali kejayaan kita itu
Agar tak ada lagi yang terbodohi
Hingga tak ada lagi fitnah bagi agama ini
