Lirik Lagu Thufail Al Ghifari – Garis Batas merupakan salah satu lagu dari album Syair Perang Panjang yang dirilis pada tahun 2004. Lagu ini menampilkan kolaborasi bersama Akso, Gemuruh, dan Yudha, dengan lirik yang mengangkat tema perjuangan, konflik, identitas, serta pandangan ideologis yang menjadi ciri khas karya-karya Thufail Al Ghifari pada era tersebut. Di bawah ini Anda dapat membaca lirik lagu “Garis Batas” secara lengkap.
Lirik Lagu Garis Batas
[Verse 1: Akso]
Atas langit dan bumi untuk semua yang pasti
Walau kepada adalah kaki dan kaki adalah kepala
Perisai yang tersembunyi entah dimana
Para anak berpinak teori dan rayuan injeksi
Implementasi pasti pada rasa hampa yang memberangus
Sempoyongannya sebuah fanatikus
Ketika dunia tak lebih dari sebongkah kardus
Medan laga kudus tempat manusia terhunus
Untuk iman yang kau tembus pada kontrol dunia
Berawal atas terberangus
Sekaligus identitas yang bercandu pada pecandu kelas
Versi tak terbatas kesempurnaan kualitas seantero koloni
Maka hadapilah manusia api
Eksperimen ekonomi dan revolusi
Untuk lahir, perang kemudian mati
Hingga habis masa reinkarnasi, hadapi
Pisau, pedang, parang, senjata kecurangan perang
Untuk jawaban pasti kau berhenti
[Verse 2: Gemuruh]
Senyum amarah keras urat nadi merana
Ketika darah lepas kontrol infus keras parasol
Agresitas mikrofonku adalah peluru
Wadah irama lukisan karya para serdadu
Membawa pena untuk menarik pelatuk
Dari garis batas kuserang jantung krea terkutuk
Harum kasturi tanah suci Palestine
Kontrolku lepas ketika kuharus melepasmu Syekh Ahmad Yassin
Cerita berdarah anak kecil yang berkaca
Senyum kecil adikku menyeret amarah tinggalkan garis
Adrenalin meninggi kesal parangku sadis
Berangus topeng busuk lirikus para pecinta usus
Kekerdilan notorius teriak kami menghunus
[Chorus]
Di garis batas dunia timbulkan reaksi
Di garis batas dunia membakar nurani
Di garis batas dunia timbulkan reaksi
Di garis batas dunia membakar nurani
[Verse 3: Yudha]
Yo a-jing, jangan bergerak melinting lingkaran
Jangan mendekat, coba-coba muslihat berkelebat
Dalam kabut menyengat berpaling
Di garis depan ku coba temukan selamat, k-parat
Stop b-ngsat
Hentikan oceh palsumu, persetan benar atau salah cuih
Anggap dirimu telah tahu segala
Petunjuk menuju surga cuih
Atau sekedar kekasih Nabi pemakan kuldi
Tolong, angkat berangkat malaikat terkekang
Stop, hentikan semua
Jangan ada yang tertumpah
Entah darah dosa atau apa?
Tinggalkan ku sendiri, peduli kotor atau suci
Tinggalkan ku sendiri, peduli kotor atau suci
Tinggalkan ku sendiri, peduli kotor atau suci
Lekas tarik tangan sucimu dari dimensi abu-abu hidupku
Yang gerogoti dah habisi, urusi kotoran dan muntahmu sendiri
A-jing, stop, stop a-jing
[Verse 4: Thufail Al Ghifari]
Yo, dari garis batas perlawanan para Anbiyah
Api yang menangis bersamamu Palestina
Shabra Shatillah, Al Aqso hingga ke Cekung Kaspia
Terusan Suez yang bergabung bersama darah syuhada
Saksi mata ketapel Jundullah
Ketika Hamas adalah mimpi buruk Saffer Yesria
Blokade Hexagram, Paganisme tanpa batas tiga angka enam
Farisi Ortodok di atas ambisi Nabi Okultis
Ambis strategis tahayul yudais kerangka nihilis pembohong atheis
Korban utopia tujuan zionis
Illuminati prakarsa qabbalis
Metafora generasi mendez dan yahudi
Buah busuk protokol para sesepuh zion
Revolusi Theodore Herzl dan dunia sebagai pion
Kerangka strategi global tata dunia baru yang coba terkepal
Arogansi yang melebihi batas Joseph Stallin
Ego neraka yang coba memfitnah empunya cinta
[Chorus]
Di garis batas dunia timbulkan reaksi
Di garis batas dunia membakar nurani
Di garis batas dunia timbulkan reaksi
Di garis batas dunia membakar nurani
