“Pesta Para Babi Pembangunan” adalah lagu karya Pari Kesit yang dirilis pada 14 Mei 2026. Melalui lirik yang penuh metafora, satire, dan kritik sosial, lagu ini mengangkat isu pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, hak masyarakat adat, serta dampak berbagai kebijakan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal.
Dengan pendekatan hip hop yang lugas dan konfrontatif, Pari Kesit menggunakan musik sebagai ruang untuk menyampaikan pandangan kritis mengenai relasi antara pembangunan, kekuasaan, dan eksploitasi sumber daya. Lagu ini menghadirkan narasi yang mengajak pendengar untuk merenungkan berbagai konsekuensi sosial dan lingkungan yang dapat muncul dari proyek-proyek pembangunan berskala besar.
Lirik Lagu Pesta Para Babi Pembangunan
[Chorus]
Tanah dibakar atas nama pangan
Hutan dibelah atas nama masa depan
Selamat datang
Di pesta para babi pembangunan
[Instrumental Drop]
[Rap Verse]
Papua menangis di balik proposal korporasi
Negara bicara stabilitas sambil tanam kolonisasi
Bendera dikibar tinggi, tanah dijual rapi
Konstitusi cuma badut lusuh buat dekorasi
Dulu peluru, sekarang kontrak investasi
Dulu serdadu, kini pakai legalisasi
Sawit subur, sagu dikubur tanah leluhur
Selain donatur jangan mengatur
Bioetanol, biodiesel istilah elit feodal
Suku adat dianggap sebagai penghalang
Kekayaan alam Papua terancam hilang
Oleh kapitalisme terstruktur dan berseragam
Kau lihat tentara bagi sembako, lalu tepuk tangan nasionalis
Besok tanahmu bisa digusur, baru sadar siapa antagonis
Ini bukan negara gagal, ini negara diperkosa modal
Undang-undang senjata birokral, suku adat dijual skala besar
[Bridge]
Negara bicara damai sambil kirim ketakutan
Atas nama pembangunan, mereka kubur kehidupan
Tanah Papua terancam punah dari peradaban
Apakah aku, kamu, kita akan tetap diam?
[Chorus]
Tanah dibakar atas nama pangan
Hutan dibelah atas nama masa depan
Selamat datang
Di pesta para babi pembangunan
[Post-Chorus]
Dulu penjajah datang pakai kapal
Sekarang negara pakai proposal
Dulu merampok dengan senapan
Sekarang negara pakai pasal perlindungan
[Instrumental Drop]
[Chorus]
Tanah dibakar atas nama pangan
Hutan dibelah atas nama masa depan
Selamat datang
Di pesta para babi pembangunan
[Post-Chorus]
Dulu penjajah datang pakai kapal
Sekarang negara pakai proposal
Dulu merampok dengan senapan
Sekarang negara pakai pasal perlindungan
Deskripsi
Secara umum, “Pesta Para Babi Pembangunan” merupakan lagu kritik sosial yang membahas konflik antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan hak-hak masyarakat adat. Pari Kesit menggunakan berbagai simbol dan ungkapan satir untuk menggambarkan keresahan terhadap proses pembangunan yang dalam pandangannya berpotensi mengabaikan kepentingan masyarakat lokal.
Bagian chorus menjadi fondasi utama pesan lagu. Kalimat “Tanah dibakar atas nama pangan” dan “Hutan dibelah atas nama masa depan” menggambarkan kritik terhadap proyek pembangunan yang dianggap membawa dampak terhadap lingkungan. Melalui lirik tersebut, penyanyi mempertanyakan narasi pembangunan yang sering dikaitkan dengan kemajuan, tetapi dinilai memiliki konsekuensi bagi alam dan masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.
Pada bagian rap verse, Pari Kesit menyoroti berbagai isu yang berkaitan dengan investasi, eksploitasi sumber daya alam, dan perubahan sosial yang terjadi di Papua. Liriknya menggambarkan kekhawatiran terhadap hilangnya ruang hidup masyarakat adat akibat masuknya kepentingan ekonomi dan korporasi. Penggunaan istilah seperti “kapitalisme terstruktur” dan “kolonisasi” menunjukkan sudut pandang kritis yang menjadi tema utama lagu.
Selain itu, lagu ini juga menyinggung bagaimana kebijakan pembangunan sering kali dipandang berbeda oleh berbagai kelompok masyarakat. Dalam liriknya, Pari Kesit menyuarakan pandangan bahwa pembangunan tidak hanya harus diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat.
Bagian bridge memperkuat nuansa reflektif lagu. Pertanyaan “Apakah aku, kamu, kita akan tetap diam?” menjadi ajakan kepada pendengar untuk lebih peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan yang sedang dibahas. Di sini, lagu tidak hanya berfungsi sebagai kritik, tetapi juga sebagai seruan untuk meningkatkan kesadaran publik.
Sementara itu, bagian post-chorus menggunakan perbandingan historis sebagai bentuk satire. Pari Kesit membandingkan bentuk penguasaan sumber daya pada masa lalu dengan praktik yang menurutnya kini hadir melalui instrumen hukum, kebijakan, dan investasi. Metafora tersebut digunakan untuk memperkuat pesan bahwa perubahan bentuk kekuasaan tidak selalu menghilangkan potensi konflik yang menyertainya.
Secara keseluruhan, “Pesta Para Babi Pembangunan” adalah lagu yang berbicara tentang pembangunan, lingkungan, masyarakat adat, dan kekuasaan. Melalui lirik yang tajam dan penuh simbolisme, Pari Kesit mengajak pendengar untuk melihat pembangunan dari berbagai perspektif serta mempertimbangkan dampaknya terhadap manusia dan alam.
FAQs
Lagu ini ditulis oleh Pari Kesit.
Lagu ini berisi kritik sosial terhadap dampak pembangunan, eksploitasi sumber daya alam, serta isu lingkungan dan masyarakat adat.
Lagu ini resmi dirilis pada 14 Mei 2026.
Pari Kesit menggunakan metafora untuk menyampaikan kritik sosial dan politik secara lebih artistik, reflektif, dan provokatif.
Pesan utamanya adalah pentingnya menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan perlindungan lingkungan, hak masyarakat adat, dan keadilan sosial.