Layang Layang

Lirik Lagu Ical Mosh – Layang Layang menghadirkan cerita kehidupan yang kelam dan penuh konflik. Lagu ini mengisahkan perjalanan seorang tokoh bernama Zul, mulai dari kehidupan sederhana di Kuala Lumpur, masalah keluarga, pergaulan, hingga berbagai keputusan buruk yang membawa kehidupannya menuju tragedi.

Melalui lirik yang panjang dan bernuansa storytelling, Ical Mosh menggambarkan bagaimana lingkungan, kondisi keluarga, penyalahgunaan zat, serta pilihan hidup dapat memengaruhi perjalanan seseorang. Refrain “Dunia untuk nikmat, hidup ibarat layang layang” menjadi gambaran tentang kehidupan yang mudah terbawa keadaan tanpa arah yang pasti.

Lirik Lagu Layang Layang

[Intro]
Oh-oh-oh-oh-oh
Dunia untuk nikmat, untuk nikmat
Oh-oh-oh-oh-oh
Dunia untuk nikmat

[Verse 1]
Ada satu kisah yang nak aku ceritakan
Cerita ini kisah hidup aku punya kawan
Yang diberi nama Zul bukan nama sebenar
Memang bukan nama betul tapi ni cerita benar
Dilahirkan di kota Kuala Lumpur
Bandar penuh cita-cita yang tak pernah luntur
Tinggalah sekeluarga di Pangsapuri murah
Dimana bapaknya kerja tukang bikin rumah
Zul anak tunggal dan takde adik beradik
Bapaknya tidak kacak emaknya kurang cantik
Hidupnya sederhana, keluarga sederhana
Serba serbi sederhana pada mulanya bahagia
Datang hari sial bapak Zul diberhentikan
Ada masalah disiplin kata majikan
Tapi Zul sebenarnya tahu dan tak terkejut
Sebab bapak Zul memang selalu urine sangkut
Lalu keluarga Zul berhijrah ke JB
Menumpang rumah atuk Zul dekat Majidee
Masa ni umur Zul mungkin enam tahun
Badan kurus kering macam budak sakit taun

[Chorus]
Dunia untuk nikmat hidup ibarat layang layang
Dunia untuk nikmat hidup ibarat layang layang
Layang layang, layang layang
Layang layang, layang layang yeah eh

[Verse 2]
Sekarang Zul dah darjah satu baca belum lancar
ABC pun tak hafal apa lagi alif ba ta
Sekarang bapak Zul selalu lompat-lompat kerja
Duit gaji habis beli straw berisi syurga
Hisap dadah kat rumah dengan kawannya
Chess dengan kertas timah bila kawan belanja
Yes Zul cuma duduk di tepi perhatikan
Risau takut ketahuan jiran dan kawan
Mesti korang tanya emak Zul apa cerita?
Mak Zul masa ni Zul anggap bidadari syurga
Menjadi figura terbaik untuk Zul contohi
Yang Zul harap Zul akan jaga sampailah Zul mati
Hari berganti hari, bulan berganti bulan
Zul kini dah masuk ke alam keremajaan
Dulu sekolah rendah, kini sekolah menengah
Zul mula terfikir macam mana rasa dadah
Zul dah mula berjinak-jinak dengan arak
Zul rasa dirinya sekarang bukan lagi budak
Dia rasa nak berontak but tak tahu macam mana
Dia beli arak dan togak bawah pokok sena

[Chorus]
Dunia untuk nikmat hidup ibarat layang layang
Dunia untuk nikmat hidup ibarat layang layang
Layang layang, layang layang
Layang layang, layang layang yeah eh

[Verse 3]
Zul tamat sekolah terus dapat kerja
Beli phone untuk mak bila dapat gaji pertama
Perasaan Zul happy bila emaknya happy
Phone murah ada camera zaman tu zaman 3G
Bapak Zul masa ni dah clean dari dadah
Tapi kuat pulak minum segala jenis arak murah
Jadi jarang ada rumah dia selalu berhibur
Bila balik pun anak bini dah tidur
Satu hari bila ayah Zul takde di rumah
Zul dengar suara dari bilik emaknya mendesah
Jadi Zul datang ke pintu bilik sebab nak tahu
Zul nampak emaknya selfie dan tak pakai baju
Dia send gambar ke lelaki itu yang Zul pasti
Yang emaknya kenal dari chat room dekat TV
Hati Zul meletup pecah dan hancur gila babi
Guna phone yang Zul bagi mak ambil gambar p-ki
Zul dah hilang pertimbangan dan akal
Zul terus togak arak simpan bawah bantal
Habis sebotol dia minum sebotol lagi
Ternampak dekat dapur ada parang besi

[Chorus]
Dunia untuk nikmat hidup ibarat layang layang
Dunia untuk nikmat hidup ibarat layang layang
Layang layang, layang layang
Layang layang, layang layang yeah eh

[Verse 4]
Zul libas kepala mak dengan parang besi
Menyembur darah memancut kena Zul punya kaki
Lalu Zul menjerit “matilah kau p-kimak”
Emak Zul pun merayu “Zul ampunkan emak”
Di atas katil berlumuran darah
Zul masih tenung tajam dalam hati masih marah
Tak lama kemudian pintu rumahnya diketuk
Bapak Zul balik dalam keadaan mabuk
Zul buka pintu di tangan pegang parang
Bapak Zul marah dan tengking dengan garang
Zul libas leher bapaknya hingga putus
Sambil cakap “korang semua baik mampus”
Zul telefon polis sejam kemudian
“Hello polis di sini ada pembunuhan”
Dua pasangan suami isteri telah mati
Dibunuh dengan kejam oleh anaknya sendiri
Pelangi kan hilang seri pabila mentari tak muncul lagi

[Chorus]
Dunia untuk nikmat hidup ibarat layang layang
Dunia untuk nikmat hidup ibarat layang layang
Layang layang, layang layang
Layang layang, layang layang yeah eh

Deskripsi

“Layang Layang” merupakan lagu dengan pendekatan storytelling yang sangat kuat. Ical Mosh tidak sekadar menyampaikan cerita, tetapi membangun alur kehidupan Zul secara bertahap, dari masa kanak-kanak hingga terjadinya tragedi dalam keluarga.

Pada bagian awal, lirik memperkenalkan latar belakang Zul yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Kondisi ekonomi, pekerjaan ayah yang tidak stabil, serta lingkungan keluarga kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan karakter Zul.

Memasuki masa remaja, cerita mulai menunjukkan perubahan. Zul mulai mengenal alkohol dan kemudian terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya. Lagu ini memperlihatkan bagaimana pengalaman dan lingkungan dapat membentuk keputusan seseorang ketika tidak dihadapi dengan baik.

Bagian akhir menjadi titik paling tragis dalam cerita. Konflik keluarga yang memuncak membuat Zul kehilangan kendali dan melakukan tindakan kekerasan yang berujung pada kematian kedua orang tuanya. Dengan alur tersebut, lirik lagu “Layang Layang” dapat dipahami sebagai cerita tentang kehidupan yang perlahan kehilangan arah hingga berakhir dalam sebuah tragedi.

Secara keseluruhan, lagu ini memiliki tema kehidupan, keluarga, lingkungan, penyalahgunaan alkohol dan narkoba, konflik batin, serta konsekuensi dari pilihan hidup. Penggunaan karakter dan alur cerita membuat lagu terasa seperti sebuah kisah pendek yang disampaikan melalui musik.

error: Content is protected !!