Lirik Lagu Ical Mosh – Mercusuar menghadirkan perumpamaan yang kuat tentang sosok yang menjadi penuntun, tempat bersandar, dan sumber harapan di tengah perjalanan hidup. Dirilis pada 8 Agustus 2026 dan diproduseri oleh Sang Kakala, lagu ini menggunakan metafora mercusuar untuk menggambarkan keteguhan seseorang yang tetap memberikan cahaya meskipun dirinya sendiri harus menghadapi badai, kesepian, dan perjalanan waktu.
Melalui gambaran menara di tepi pantai, ombak, karang, badai, dan cahaya, “Mercusuar” menyampaikan pesan tentang kesetiaan dan kehadiran. Sosok mercusuar dalam lagu tidak berusaha mengendalikan perjalanan seseorang, melainkan memberikan arah agar ia tidak kehilangan jalan pulang. Hal tersebut membuat lagu ini terasa seperti ungkapan dukungan kepada seseorang yang sedang menghadapi perjalanan atau perjuangan dalam hidup.
Lirik Lagu Mercusuar
Aku adalah menara yang kaku di bibir pantai
Berdiri teguh saat ombak dan karang bertikai
Kaki konkrit ku dalam membenam di celah pasir
Menahan amukkan badai yang datang membanjir
Mungkin dindingku retak dicalar usia dan garam
Disapa sepi malam yang pekat lagi kelam
Namun di puncak kepalaku ada api yang membara
Menjadi kompas buatmu yang sedang berkelana
Aku tidak memegang kemudi di tanganmu
Tidak pula menghalang ombak yang mahu mengujimu
Tugasku hanya setia memancarkan cahaya murni
Agar kau tahu jalan pulang ke pelabuhan ini
Biar aku diam membatu dihempas gelombang
Asalkan langkahmu di samudera tidak terumbang ambing hilang
Aaahhh… aaahhh…
Aaahhh…
Mungkin dindingku retak dicalar usia dan garam
Disapa sepi malam yang pekat lagi kelam
Namun di puncak kepalaku ada api yang membara
Menjadi kompas buatmu yang sedang berkelana
Aku sang mercusuar yang menjaga mimpimu
Menjadi saksi setiap ombak yang memukulmu
Tak perlu kau takut tersesat di tengah lautan
Cahaya ku ada membelah segala kegelapan
Jangan risau
Jangan gundah
Aku ada, aku pasti ada
Sebab aku tiang abadi, tempatmu menambat segala janji
Mungkin dindingku retak dicalar usia dan garam
Disapa sepi malam yang pekat lagi kelam
Namun di puncak kepalaku ada api yang membara
Menjadi kompas buatmu yang sedang berkelana

