Dalam rangka merayakan Hari Kartini, 21 April 2026, Yacko merilis Video Musik untuk single terbarunya “Unbreakable Me”. Diproduseri oleh Mardial, “Unbreakable Me” adalah lagu penyemangat (anthem) yang mendefinisikan ulang olahraga lari sebagai sebuah terapi bagi perempuan yang berjuang memulihkan kesehatan mental. “Unbreakable Me” adalah sebuah perayaan bagi setiap perempuan yang pernah merasa hancur namun memilih untuk terus melangkah maju, napas demi napas. Bahwa pulih adalah sebuah bentuk perlawanan.
Lagu ini lahir dari refleksi Yacko mengenai beban ganda yang sering dipikul oleh perempuan. Perempuan sering sekali dihujani oleh berbagai macam stigma, aturan, stereotipe, dan tuntutan serta ekspektasi dari masyarakat. Budaya patriarki yang mengakar kuat juga menyebabkan banyak perempuan menyimpan luka lama seperti trauma masa kecil, pelecehan, dan kekerasan dalam hubungan. Sering kali, perempuan harus menghadapinya sendirian karena mereka mendapat tekanan, tidak punya akses terhadap bantuan dan support system. Akibatnya, banyak perempuan yang mengalami kecemasan, PTSD, depresi, rasa takut, kehilangan kepercayaan diri.
Running running thats my therapy
Every mile sets my spirit free
Run through the chaos, I find my peace
They tried to break me, while I paint my masterpiece.
Potongan lirik dari “Unbreakable Me” menunjukkan pentingnya kesehatan mental dan bagaimana berlari dapat menjadi ruang untuk memproses trauma, melepaskan stress, membantu perempuan merebut kembali kendali atas tubuh dan kesejahteraan emosional mereka serta menemukan kekuatan baru di tengah kerentanan. Terinspirasi semangat Kartini, “menghargai diri sendiri adalah langkah pertama untuk mencapai kebahagiaan sejati”. Bagi Yacko, setiap keringat yang jatuh dan setiap kilometer yang ditempuh, lebih dari sekadar race menuju garis finis. Melainkan adalah sebuah penghargaan diri sendiri, sebuah bentuk pemulihan.
Fakta penting, lagu ini juga merupakan bagian dari kampanye Yacko berlari di Sydney Marathon (30 Agustus 2026). Yacko berlari sambil membawa suara mereka dan melakukan penggalangan dana untuk kesehatan mental perempuan. Setiap donasi yang terkumpul langsung disalurkan ke Women’s Mental Health Foundation, untuk penelitian, edukasi, dan program pemulihan yang memastikan perempuan dapat mencapai kesehatan mental terbaik mereka.
Selain itu, Video Musiknya melibatkan 18 perempuan pelari dengan berbagai latar belakang. Walau berbeda-beda, mereka sepakat bahwa lari bukanlah sekedar aktivitas fisik, melainkan sebuah bentuk “meditasi dalam gerak”. Aksi melepas plester hijau menjadi simbol bahwa:
No more silence, no more hiding. We are rising, we are fighting.
It’s the Unbreakable Me
Pada akhirnya, dengan memadukan semangat lari yang membara serta misi solidaritas, Yacko percaya bahwa perempuan adalah sosok yang unbreakable. Pribadi yang berani mengubah luka menjadi kekuatan dan bangkit setiap kali terjatuh dengan berlari.