Kemana

Lagu “Kemana” dari Yaph featuring B-Heart mengangkat tema pencarian arah hidup, pergulatan batin, dan kerinduan akan ketenangan di tengah berbagai tekanan kehidupan. Melalui lirik yang puitis dan sarat metafora, lagu ini menggambarkan seseorang yang merasa kehilangan pegangan, mempertanyakan tujuan hidup, serta berusaha menemukan jalan keluar dari penderitaan dan kebingungan yang dialaminya.

Pada verse pertama, Yaph menyampaikan kelelahan dalam menghadapi kehidupan dan keresahan terhadap keadaan zaman. Liriknya juga menyinggung hilangnya pedoman serta sosok yang dapat menjadi rujukan bagi generasi muda. Sementara itu, B-Heart dalam verse kedua menggambarkan perjuangan menghadapi amarah, kenangan menyakitkan, dan perasaan kehilangan arah. Di tengah pergulatan tersebut, muncul pertanyaan tentang penerimaan, kebenaran, dan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Bagian chorus yang berulang dengan pertanyaan “Kemana?” memperkuat kesan pencarian jawaban yang belum menemukan ujungnya. Sementara itu, outro tentang sangkar yang tertutup dan keinginan untuk dilepaskan dapat dimaknai sebagai simbol keterkungkungan batin serta harapan untuk memperoleh kebebasan. Secara keseluruhan, “Kemana” mengajak pendengar merenungkan perjalanan hidup, pencarian makna, dan kebutuhan untuk menemukan kembali pegangan di tengah kesulitan. Lagu ini diproduseri oleh Yaph Mrphn dan dirilis pada 23 September 2022.

Lirik Lagu Kemana

[Verse 1: Yaph]
Sukar bahas
Masih perlu tafsir nafas
Hujung dua puluh hayat
Aku dalam penat hitung angka
Rongga sudah tiada fungsi
Kabilah yang aku cari
Sempatkan untuk di-kebumi
Nazam aku dalam sunyi, tiada bunyi
Langgas sakti pendirian lama padi
Hasil sedikit beri, juta tahun resmi
Beban abdi, zaman paranoia
Para muda mudi hilang para wali
Sudah tiada punca
Tahunya sudah tiada punca
Rujukan ilmu purba

[Chorus]
Kemana?
Sudah sampai ke titian
Bersantun dalam rindu
Menunggu tiba raut itu
Kemana?
Sudah sampai ke titian
Bersantun dalam rindu
Menunggu tiba raut itu

[Verse 2: B-Heart]
Coba jauh dari anasir yang tafsir
Bukan-bukan dalam aura itu
Sabar menanti ku teguh berdiri
Sendiri meniti jalan kamu
Setiap langkah, terhakis amarah
Saat hampiri itu pintu
Adakah diterima dengan nama-Mu
Yang Maha kasih setiap jitu
Ditolak jatuh dengan hina
Dikopak kejam saat kubina
Tutupi rongga jiwa, hampiri fana
Kian ku lupa mana yang benar
Keadaan merejam setiap detik, ketik jam
Mimpi ngeri saat ku pejam
Bantu ku celik dan padam
Memori, yang kekal wangi dalam nista
Tragedi, yang dihulur tanpa dipinta
Ku hilang arah, patah kaki minta dipapah
Sebelum rebah ke dua lutut ke tanah
Sembah mata angin yang berlawanan dengan kaabah
Beritahuku

[Chorus]
Kemana?
Sudah sampai ke titian
Bersantun dalam rindu
Menunggu tiba raut itu
Kemana?
Sudah sampai ke titian
Bersantun dalam rindu
Menunggu tiba raut itu