Banner promo Vans Sneakers dengan tombol Shop Now.

Lirik Lagu Wayase Seka – Novia Bachmid, Toton Caribo & Jacson Zeran mengangkat tema kerinduan terhadap kampung halaman, keluarga, dan tanah timur. Dirilis pada 26 Agustus 2026 dan diproduseri oleh Pam, lagu ini memadukan vokal, rap, serta dialek khas Maluku dan Indonesia Timur yang kuat dengan suasana hangat dan penuh rasa rindu.

Lagu “Wayase Seka” menggambarkan pengalaman seseorang yang harus merantau dan bekerja di tanah orang demi mencari penghidupan. Di tengah kesibukan tersebut, kerinduan untuk kembali berkumpul bersama basudara semakin kuat. Ajakan untuk pulang, bakudapa, badendang, dan menikmati suasana kampung menjadi gambaran eratnya hubungan keluarga serta persaudaraan masyarakat timur.

Lirik Lagu Wayase Seka

[Intro]
Su jauh Ale
Gunung deng tanjong tapele
Hati ini rindu bale
Kumpul basudara rame

[Pre-Chorus]
Lah pi marantau banting tulang
Karja di tanah orang fokus bacari uang
Tunggu nanti beta pulang
Kumpul basudara timur tong badendang

[Chorus]
Wayase seka, seka tanah e
Yang jao mari deka-deka adek kakak e
Sio rasa sayange, gandong tong pulange
Negeri panggil bale
Ado, ado beta rindu
Negeri seribu pulau melambai memanggil
Panggil torang bale

[Bridge]
Ombak putih-putih, ombak datang dari laut (dari laut)
Kipas lenso putih, tanah timur sudah jauh (sudah jauh)
Ado rindu, hati ini rindu, sio jang jauh-jauh (jauh)
Kumpul rame-rame ikut torang punya mau

[Verse 1]
Wayase seka satu kali lai
Kumpul rame-rame, seng boleh bakalae
Timur pu tanah bukan jadi pesta baby
Anak adat butuh ubi deng kaladi
Baku jaga, baku sayang sampe torang bale
Kumpul basudara beta lu ose ale
Tanah adat biar kosong jang gale
Yang su angka pigi tolong kase bale
Sio rasa sayang gandong e
Pulang kampong manise
Sio mari bale, mari bale, mari bale
Pulang kampong manise, manise, manise, su talalu manise

[Pre-Chorus]
Lah pi marantau banting tulang
Karja di tanah orang fokus bacari uang
Tunggu nanti beta pulang
Kumpul basudara timur tong badendang

[Chorus]
Wayase seka, seka tanah e
Yang jao mari deka-deka adek kakak e
Sio rasa sayange, gandong tong pulange
Negeri panggil bale
Ado, ado beta rindu
Negeri seribu pulau melambai memanggil
Panggil torang bale

[Bridge]
Ombak putih-putih, ombak datang dari laut (dari laut)
Kipas lenso putih, tanah timur sudah jauh (sudah jauh)
Ado rindu, hati ini rindu, sio jang jauh-jauh (jauh)
Kumpul rame-rame ikut torang punya mau

[Verse 2]
Sio ale, datang rapat beta baku kele
Hidup basodara
Kalau ada waktu, katong pulang dolo
Pigi main di pantai, habis itu molo
Kalau dapa ikan, bikin colo-colo
Tambah putar lagu, joget sampe lombo
Mama e, mama e, mama beta pulang e
Di kampong e, sayange, sio sayang dila le
Adek kakak dong so tunggu e
Besok lusa beta su bale
Bawa tamang pu oleh-oleh
Bakudapa basudara katong hore-hore

[Chorus]
Wayase seka, seka tanah e
Yang jao mari deka-deka adek kakak e
Sio rasa sayange, gandong tong pulange
Negeri panggil bale
Ado, ado beta rindu
Negeri seribu pulau melambai memanggil
Panggil torang bale
Negeri seribu pulau melambai memanggil
Panggil torang bale

Deskripsi

“Wayase Seka” dapat dimaknai sebagai lagu tentang rindu kampung halaman dan panggilan untuk kembali ke tanah kelahiran. Sejak bagian awal, Novia Bachmid menggambarkan jarak yang memisahkan seseorang dari kampung melalui gambaran gunung, tanjung, laut, dan kerinduan untuk kembali berkumpul bersama keluarga.

Bagian pre-chorus memperlihatkan realitas kehidupan perantauan. Tokoh dalam lagu harus banting tulang di tanah orang dan mencari uang, tetapi tujuan akhirnya bukan sekadar kesuksesan pribadi. Ada keinginan untuk pulang dan kembali merasakan kebersamaan dengan keluarga serta masyarakat di tanah timur.

Chorus menjadi bagian yang paling kuat dalam menyampaikan pesan utama lagu. Ungkapan tentang negeri yang memanggil untuk pulang menggambarkan kampung halaman sebagai tempat yang selalu memiliki ruang di hati seseorang, meskipun jarak dan waktu telah memisahkan. Kata-kata seperti “gandong”, “basudara”, dan “pulang” memperkuat nuansa persaudaraan dan ikatan kekeluargaan.

Pada verse yang dibawakan Toton Caribo, tema tersebut diperluas dengan pesan tentang menjaga tanah adat, saling menyayangi, dan mengajak mereka yang telah pergi untuk kembali. Sementara itu, Jacson Zeran menghadirkan suasana kampung yang lebih sederhana dan akrab melalui gambaran bermain di pantai, mencari ikan, menikmati colo-colo, mendengarkan musik, dan berkumpul bersama keluarga.

Secara keseluruhan, makna lagu “Wayase Seka” bukan hanya tentang kerinduan untuk pulang, tetapi juga tentang pentingnya menjaga hubungan dengan keluarga, budaya, tanah kelahiran, dan komunitas. Lagu ini terasa seperti sebuah ajakan bagi mereka yang sedang merantau untuk tidak melupakan asal-usul dan tetap membawa rasa cinta terhadap tanah timur di mana pun berada.

error: Content is protected !!