“Tra Sangka” adalah kolaborasi emosional dari Rhandy Wujon, Ecko Show, dan Martin Hill yang mengangkat kisah cinta penuh luka karena pengkhianatan dan kebohongan. Lagu ini hadir dengan warna musik khas timur yang kuat, dipadukan rap tegas dan vokal penuh rasa. Dengan lirik lugas dan penuh ekspresi, “Tra Sangka” menjadi representasi perasaan seseorang yang dikhianati setelah memberikan ketulusan sepenuhnya. Cocok bagi pendengar yang pernah merasakan sakitnya ditinggalkan, lagu ini menggambarkan emosi patah hati apa adanya tanpa basa-basi.
Lirik Lagu Tra Sangka
[Chorus: Rhandy Wujon]
Ko buang perasaan aduh pele
Macam tra sangka, mending ko sei
Oh bikin love-love patah hancur karena ko
Sampai kapan mo begini terus? sa su full tulus
Tapi sa feeling, feeling, feeling, feeling aduh-aduh
Ko simpan dia, lupa sa yang pertama
[Instrumental Drop]
[Verse 1: Ecko Show]
Hati patah-patah, hilang kata-kata
Mati rasa-rasa, habis masa-masa
Berlaku cinta padamu
Lanjut siap gerak dan jalan tanpamu
Sa so jaga hati cape-cape
Sampai jantung so tabola bale
Cinta buta sampai orang laeng datang pigi ambe
Potong jalan putar bale
Oke, lanjut sudah
Ngoni dua so baku pangge ayah bunda
Kase tinggal luka, baru buang muka
Macam kunyah pinang tinggal ampas buang ludah (Hei)
[Chorus: Rhandy Wujon]
Ko buang perasaan aduh pele
Macam tra sangka, mending ko sei
Oh bikin love-love patah hancur karena ko
Sampai kapan mo begini terus? sa su full tulus
Tapi sa feeling, feeling, feeling, feeling aduh-aduh
Ko simpan dia, lupa sa yang pertama
[Instrumental Drop]
[Verse 2: Martin Hill]
Oh sh-t asu!
Ko pikir barang apa sampai ko mo kas jatuh?
Su pikir barang apa sampai kejam begitu?
God d-mn, pikir ko itu lugu-lugu
Eh ternyata di belakang ko su mulai tipu-tipu
Saki, saki, saki, saki, awas dapa maki
Saki, saki, saki, saki, aduh ko badaki
Jang bikin diri, ko so tra penting
Mending ko stop, awas ko tabanting
[Chorus: Rhandy Wujon]
Ko buang perasaan aduh pele
Macam tra sangka, mending ko sei
Oh bikin love-love patah hancur karena ko
Sampai kapan mo begini terus? sa su full tulus
Tapi sa feeling, feeling, feeling, feeling aduh-aduh
Ko simpan dia, lupa sa yang pertama
Deskripsi
Lirik “Tra Sangka” menggambarkan kekecewaan mendalam ketika seseorang yang sudah dipercaya dan dicintai justru memilih orang lain. Chorus yang dibawakan Rhandy Wujon menjadi inti dari keseluruhan cerita: sebuah perasaan tulus yang dibuang begitu saja, sementara pasangan menyimpan orang ketiga dan lupa siapa yang pertama setia. Frasa seperti “Ko buang perasaan” dan “Macam tra sangka” mempertegas rasa tak percaya sekaligus sakit yang tak terhindarkan.
Masuk ke verse Ecko Show, lagu ini berubah lebih pedas dan jujur. Ia menuturkan bagaimana rasa cinta yang dulu besar kini hancur karena pengkhianatan. Pilihan diksi seperti “potong jalan”, “cape-cape”, hingga “tinggal ampas buang ludah” menggambarkan perumpamaan keras namun realistis tentang seseorang yang merasa dibuang setelah memberikan segalanya.
Verse Martin Hill melanjutkan nada emosional tersebut dengan gaya yang lebih agresif dan blak-blakan. Ia mengungkapkan kemarahan dan ketidakpercayaan terhadap perlakuan kejam yang diterimanya. Kata-kata seperti “tipu-tipu”, “awas dapa maki”, dan “ko so tra penting” memperjelas bahwa luka yang dirasakan bukan hanya soal cinta yang hilang, tetapi juga harga diri yang diinjak.
Secara keseluruhan, “Tra Sangka” menonjol berkat penulisan lirik yang kuat, penggunaan bahasa daerah timur yang kaya ekspresi, dan chemistry vokal serta rap yang saling melengkapi. Lagu ini bukan hanya tentang patah hati, tetapi juga tentang keberanian untuk melepaskan seseorang yang sudah tak pantas dipertahankan.
FAQs
Lagu ini bercerita tentang rasa kecewa dan sakit hati akibat pengkhianatan dari pasangan yang memilih orang lain meskipun sudah diberi ketulusan.
“Tra Sangka” dibawakan oleh Rhandy Wujon, Ecko Show, dan Martin Hill, dengan nuansa gabungan vokal melodius dan rap.
“Tra sangka” berarti “tidak menyangka”, menggambarkan rasa terkejut dan tidak percaya bahwa orang yang dicintai justru mengkhianati.
Lirik menggunakan banyak unsur bahasa Indonesia Timur.
Lagu ini memadukan unsur pop, hip-hop, dan musik timur, menciptakan karakter emosional dan kuat pada setiap bagiannya.