“Wiro” adalah lagu kolaborasi antara Rocka March dan Pace Ghema yang dirilis pada 8 Juni 2026. Mengusung genre Hip Hop Reggae Papua, lagu ini memadukan nuansa santai khas reggae dengan lirik emosional yang bercerita tentang kekecewaan akibat pengkhianatan dalam hubungan asmara. Ditulis oleh Rocka March dan Pace Ghema, serta diproduseri oleh Rwinbeat, lagu ini menghadirkan kisah patah hati yang dibalut dengan gaya bahasa khas Papua yang kuat dan autentik.

Melalui lirik yang lugas dan penuh perasaan, “Wiro” menggambarkan seseorang yang telah memberikan cinta dan kesetiaan sepenuhnya, tetapi justru harus menerima kenyataan pahit karena pasangannya tidak menjaga komitmen yang telah dibangun bersama.

Lirik Lagu Wiro

[Chorus: Rocka March]
Sa su kasih hati tapi
Kenapa mesti ko minta wiro
Ko pu cara mati
Cara mati bikin janji baru sulo
Tra akan lagi kasih, su tra akan lagi
Memang tra jodoh
Sa su jaga api
Jaga tapi ko di belakang baku polo

[Verse 1: Pace Ghema]
Kobarkan sa pu rasa cinta deng wiro
Percuma sa taruh harapan yang zero
I get it from you, but you know how feel
Cinta yang ko kill
Su cukup, sa hapus semua ni momen
Berhenti di sini, sa harap stop calling
I will be fine saat kau gandeng yang lain
I will be fine ikut ko pu cara main
Omong kosong apa yang ko bikin
Tong su kosong barang ko yang bikin
Asik e, aduh enak e, ko sulo sampe
Ko yang mulai, sa yang kasih selesai
Mungkin bukan sa pu jodoh
Menyesal dulu pernah setia dengan ko

[Chorus: Rocka March]
Sa su kasih hati tapi
Kenapa mesti ko minta wiro
Ko pu cara mati
Cara mati bikin janji baru sulo
Tra akan lagi kasih, su tra akan lagi
Memang tra jodoh
Sa su jaga api
Jaga tapi ko di belakang baku polo tu

[Verse 2: Rocka March]
Terlalu banyak alasan ko jahit
Buat sa percaya bahwa semua baik-baik
Tapi ternyata di belakang ko lincah bermain
Dengan orang lain
Bau dari bangkai yang ko simpan mulai naik
Sa tra habis pikir ko bisa setega itu
Rasa yang kian di puncak seketika ko buat jatuh
Satu yang sekarang beda karena bukan dari dua hati
Kita jadi masing-masing karena ko mendua hati
Sa coba bertahan, melawan godaan
Yang tak ada henti-hentinya datang sebagai cobaan
Namun yang sa dapat pengkhianatan
Seakan sa hanya sementara ko jadikan jambatan
Lalu sekarang datang minta bale
Oh tra bisa sa pu kandung de su pulang dari Bali
Api kecewa bakar habis semua tanpa debu
Cukup sekian dan terima f-ck you

[Chorus: Rocka March]
Sa su kasih hati tapi
Kenapa mesti ko minta wiro
Ko pu cara mati
Cara mati bikin janji baru sulo
Tra akan lagi kasih, su tra akan lagi
Memang tra jodoh
Sa su jaga api
Jaga tapi ko di belakang baku polo

Deskripsi

Secara keseluruhan, “Wiro” merupakan lagu tentang pengkhianatan, kekecewaan, dan keputusan untuk melepaskan seseorang yang telah menyia-nyiakan kepercayaan dalam sebuah hubungan. Lagu ini menggambarkan proses emosional dari rasa sakit hingga akhirnya memilih untuk melanjutkan hidup tanpa orang yang pernah dicintai.

Pada bagian chorus, Rocka March menyampaikan inti cerita lagu. Lirik “Sa su kasih hati tapi kenapa mesti ko minta wiro” menggambarkan perasaan kecewa setelah memberikan cinta yang tulus namun dibalas dengan ketidaksetiaan. Dalam konteks lagu, “wiro” merujuk pada kondisi hubungan yang rusak akibat perilaku pasangan yang tidak menjaga komitmen.

Lirik “Sa su jaga api, jaga tapi ko di belakang baku polo” menjadi metafora yang kuat. Api melambangkan cinta dan hubungan yang selama ini dijaga, sementara tindakan pasangan di belakang menggambarkan pengkhianatan yang terjadi tanpa sepengetahuan dirinya. Metafora ini memperlihatkan kontras antara kesetiaan dan ketidakjujuran.

Pada verse pertama, Pace Ghema menceritakan bagaimana dirinya pernah menaruh harapan besar terhadap hubungan tersebut. Namun, seiring waktu ia menyadari bahwa semua harapan itu tidak berujung pada kebahagiaan. Lirik “Mungkin bukan sa pu jodoh” menunjukkan proses penerimaan bahwa tidak semua hubungan dapat berakhir sesuai keinginan.

Verse kedua yang dibawakan Rocka March menghadirkan emosi yang lebih dalam dan tegas. Ia menggambarkan berbagai alasan dan kebohongan yang digunakan pasangannya untuk menutupi perselingkuhan. Kalimat “Kita jadi masing-masing karena ko mendua hati” menjadi salah satu bagian paling penting dalam lagu karena menjelaskan akar utama perpisahan yang terjadi.

Selain itu, terdapat pesan tentang harga diri dan keberanian untuk melepaskan hubungan yang tidak lagi sehat. Meskipun sempat bertahan dan berusaha mempertahankan cinta, tokoh dalam lagu akhirnya memilih untuk menutup lembaran lama setelah menyadari bahwa pengorbanannya tidak dihargai.

Dari sisi makna, “Wiro” bukan hanya lagu tentang patah hati. Lagu ini juga berbicara mengenai pentingnya kejujuran, kesetiaan, dan batas kesabaran seseorang dalam sebuah hubungan. Rocka March dan Pace Ghema berhasil menyampaikan emosi tersebut melalui perpaduan lirik yang kuat dan nuansa Hip Hop Reggae Papua yang khas.