Lagu “Berlayar Jauh” dari Muria menghadirkan kisah perjuangan anak timur yang meninggalkan kampung halaman demi mimpi besar. Dengan balutan hip hop emosional dan lirik bercampur bahasa daerah Ambon, Muria menuturkan perjalanan hidup penuh luka, tekad, serta kerinduan pada rumah—terutama sosok ibu. Dirilis pada 23 Januari 2026 di bawah Krazy Brazy Records, lagu ini menjadi refleksi tentang merantau, bertahan, dan pulang dengan kepala tegak.
Lirik Lagu Berlayar Jauh
[Intro]
Yeah, now I’m telling you
If you don’t like me, go f-ck yourself, yeah
Look!
[Verse 1]
Terlalu banyak rasa sakit, tapi haram ku berpulang
Lihat caraku bangkit, kemudi putus lautan
Memang lidah tak bertulang, pakai seenak jidat
Bila suara dah melantang, jangan balik tuk menjilat
Ni lihat kami bertandang pada masing-masing liga
Selalu bawa pulang piala di panggung di belantara
Di antara yang mengaku real dalam ni skena
Aku kunci rapat mulut, fokus karya melegenda
Nobody bring me down, bukan ku jumawa
My mama always told me, nak, hidup tu bagi berkah
Mau biar susah atau senang, jangan lupa usap dada
For apa pikir susah selama jalan deng saudara, Muria
Jalan masih panjang, tarik nafas, yo
Dorang buta arah, buta hati, kasih batas, yo
Ingat balik kampung saat jiwa dapat ikhlas
Dah menunggang badai maka cerita pantang kandas (come on)
[Chorus]
Ko yang pilih langgar laut dan gunung tanjong
Buang diri asing lawange sio
Apa tempo mau pulang di kampong
Biar jadi mama pung hati jantong
[Verse 2]
Menghadap mic setiap jam jadi pusat semua sorotan
Jalani takdir tanpa stop, kuambil ilmu dan sorakan
Tak ada waktu tuk berhenti, waktu tuk yang benci
Taksi aku dah di lobi, nak telepon sanak family
Ku berangkat sedang korang masih lelap dalam bilik
Dah berandai jadi bintang meski belum usai lirik
Krazy Brazy (gang), bila jumpa gendang nak ditabuh
Dulu lelah cari panggung, sekarang panggung cari aku
Rakit rima dope, merunduk kala mendaki
Till you see me on the top, tegak saat turuni
They wanna see me fall, but I will never sell my soul
I got so much pain before, but I’m still standing f-ck them all, yeah
Jalan masih panjang, tarik nafas, yo
Dorang buta arah, buta hati, kasih batas, yo
Ingat balik kampung saat jiwa dapat ikhlas
Dah menunggang badai maka cerita pantang kandas
[Chorus]
Ko yang pilih langgar laut dan gunung tanjong
Buang diri asing lawange sio
Apa tempo mau pulang di kampong
Biar jadi mama pung hati jantong
[Post-Chorus]
Beta berlayar jauh
Beta berlayar jauh
[Outro]
Sio apa tempo beta pulang ka Ambon e
Laut yang lebar, gunung tapele
Sio mari mama gendong beta
Deskripsi
Secara garis besar, “Berlayar Jauh” bercerita tentang perjalanan panjang seorang perantau yang meninggalkan kampung demi masa depan. Frasa beta berlayar jauh menjadi simbol keberanian mengambil risiko: menembus “laut dan gunung tanjong” sebagai metafora rintangan hidup.
Pada bait awal, Muria menegaskan mental pejuang—meski penuh rasa sakit, ia menolak menyerah. Nasihat ibu menjadi fondasi moral: tetap rendah hati, bersyukur, dan berjalan bersama “saudara”. Ini menampilkan nilai kolektif khas timur Indonesia: keluarga dan kebersamaan sebagai sumber kekuatan.
Bagian chorus menyoroti dilema merantau: pilihan untuk pergi sering berujung rindu mendalam pada kampung halaman. Pertanyaan apa tempo mau pulang di kampong terasa seperti suara hati para perantau, sementara kalimat biar jadi mama pung hati jantong memperlihatkan betapa besar pengorbanan seorang ibu.
Verse kedua menggambarkan fase perjuangan di dunia musik—dari mencari panggung hingga akhirnya “panggung cari aku”. Muria juga menegaskan integritasnya: tetap berkarya tanpa menjual jati diri, meski banyak yang berharap ia jatuh. Ini memperkuat tema utama lagu: konsistensi, kerja keras, dan kesetiaan pada akar.
Outro yang menyebut Ambon mempertegas identitas daerah sekaligus menutup lagu dengan kerinduan paling personal—keinginan pulang dan dipeluk ibu. Dengan demikian, “Berlayar Jauh” bukan sekadar lagu rap, melainkan narasi tentang mimpi, keluarga, dan perjalanan pulang yang selalu dinanti.
FAQs
Tentang perjuangan merantau, mengejar mimpi, serta kerinduan mendalam pada kampung halaman dan ibu.
Dalam dialek Ambon, “beta” berarti “saya”. Kalimat ini melambangkan perjalanan hidup yang jauh dari rumah.
Lagu ini ditulis oleh Muria dan diproduseri oleh Luz.
Dirilis pada 23 Januari 2026 melalui Krazy Brazy Records.
Hip hop dengan sentuhan emosional dan nuansa lokal Maluku/Ambon.