Lirik Lagu Simbah Putri – Kajawi menghadirkan kritik sosial dan politik dalam balutan hip hop Jawa yang unik dan satir. Dirilis pada 7 Oktober 2025, lagu ini memadukan budaya pewayangan dengan realitas kekuasaan modern melalui gaya bahasa Jawa ngoko yang ringan namun penuh makna.
Sebagai kolektif hip hop Jawa, Kajawi kembali menunjukkan identitas kuat mereka lewat lirik yang dekat dengan budaya lokal sekaligus relevan dengan kondisi sosial saat ini. “Simbah Putri” bukan sekadar lagu, tetapi juga refleksi tentang kekuasaan, regenerasi, dan ambisi manusia.
Lirik Lagu Simbah Putri
[Chorus]
Sukini jare pahlawan demokrasi
Sukini Putri dadi ketua partai
Ning wancine simbah putri nata ati
Golek sangu urip ning dunyo iki
Soyo sepuh simbah, lagi lucu-lucune
Tambah ngelantur, sajak hangendikane
Monggo simbah kendel ngayemne manahe
Ben diterusne putra-putra wayahe
[Verse 1]
Iki cerito jagad pewayangan kono
Simbah Sukini Putri pun kawentar paring asma
Naliko taksih muda, berjuang ambangun praja
Mulo yen iso ojo disepelekno
Ing jaman perubahan, simbah dadi pahlawan
Kalih Sengkuni lan Semar, satu tekad berjuang
Sesarengan podho-podho mbangun dalan
Akhire saget pikantuk kalungguhan
Nanging bedo cerito, jagad kebak goro-goro
Simbah putri sing kuat, Semar lungguh digugat
Mbah Putri lenggah kursi bungah ati
Simbahe pikantuk wahyu dadi ratu
[Chorus]
Sukini jare pahlawan demokrasi
Sukini Putri dadi ketua partai
Ning wancine simbah putri nata ati
Golek sangu urip ning dunyo iki
Soyo sepuh simbah, lagi lucu-lucune
Tambah ngelantur, sajak hangendikane
Monggo simbah kendel ngayemne manahe
Ben diterusne putra-putra wayahe
[Verse 2]
Simbah Sukini Putri tambah nggegirisi
Dadi dewane negari, punggowo emansipasi
Ngatur calon menteri, gubernur, bupati
Waton muni ra ono sing nandingi
Iki namung cerito, jagad pewayangan
Ing babagan dunyo, kudu dilaras tenanan
Sakkabehing ditoto pingin lungguh dadi raja
Kudu setor rupo agomo lan arto
Nanging bedo cerito, jagad kebak goro-goro
Simbah putri sing hebat, jagone kudu kuat
Simbah Putri ngatur kursi bungah ati
Simbahe nulis buku gawe ratu
[Chorus]
Sukini jare pahlawan demokrasi
Sukini Putri dadi ketua partai
Ning wancine simbah putri nata ati
Golek sangu urip ning dunyo iki
Soyo sepuh simbah, lagi lucu-lucune
Tambah ngelantur, sajak hangendikane
Monggo simbah kendel ngayemne manahe
Ben diterusne putra-putra wayahe
Monggo simbah kendel ngayemne manahe
Ben diterusne putra-putra wayahe
Deskripsi
Lirik lagu Simbah Putri – Kajawi menggunakan dunia pewayangan sebagai metafora untuk menggambarkan dinamika kekuasaan dan politik. Sosok “Sukini Putri” digambarkan sebagai tokoh berpengaruh yang dihormati sekaligus memiliki kekuatan besar dalam menentukan arah kekuasaan. Penggunaan karakter pewayangan membuat kritik sosial dalam lagu ini terasa lebih halus namun tetap tajam.
Pada verse pertama, lagu ini menggambarkan perjalanan seorang tokoh yang dulunya berjuang membangun “praja” hingga akhirnya mendapatkan posisi tinggi. Lirik seperti “Semar lungguh digugat” memperlihatkan bahwa dunia kekuasaan selalu dipenuhi konflik dan perebutan pengaruh. Kajawi menyampaikan bahwa perjuangan idealisme perlahan bisa berubah menjadi perebutan jabatan dan kekuasaan.
Masuk ke verse kedua, nuansa satir semakin terasa. Lirik yang membahas pengaturan kursi kekuasaan, calon pemimpin, hingga syarat “setor rupa, agama, lan arto” menjadi kritik terhadap praktik politik yang sering dipenuhi kepentingan tertentu. Namun, lagu ini tetap dibungkus sebagai “cerita pewayangan” sehingga terasa lebih artistik dan tidak menggurui.
Di balik kritik sosial tersebut, lagu ini juga membawa pesan penting tentang regenerasi. Kalimat “Ben diterusne putra-putra wayahe” menjadi penegasan bahwa setiap generasi perlu memberi ruang bagi generasi berikutnya untuk berkembang. Secara keseluruhan, makna lagu Simbah Putri adalah tentang kekuasaan, ambisi politik, pentingnya regenerasi, dan refleksi diri dalam kehidupan sosial.
FAQs
Makna lagu ini adalah tentang kekuasaan, politik, dan pentingnya regenerasi yang digambarkan melalui dunia pewayangan.
Karena pewayangan menjadi simbol budaya Jawa yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial dan politik secara satir.
Pesan utamanya adalah pentingnya introspeksi diri dan memberi ruang bagi generasi baru dalam kepemimpinan.
Kajawi adalah kolektif hip hop Jawa yang menggabungkan budaya lokal, bahasa Jawa, dan musik hip hop modern.
Lagu ini dirilis pada 7 Oktober 2025.