Lirik Lagu K.O.I – Maharddhika membawa tema tentang semangat patriotisme, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air Malaysia. Melalui lirik yang sarat dengan ungkapan perjuangan, lagu ini mengajak pendengarnya untuk menjaga maruah, warisan, dan tanah pusaka serta tidak menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan. Kehadiran bagian chorus yang kuat semakin menegaskan pesan tentang persatuan dan kesetiaan kepada tanah air.
Selain mengangkat semangat kebangsaan, Maharddhika juga menyampaikan kritik terhadap kerakusan, pengkhianatan, dan perilaku yang dianggap dapat merosakkan bangsa. Perpaduan rap dengan bahasa yang puitis dan penuh simbol menjadikan lagu ini terasa tegas sekaligus reflektif, sementara seruan untuk terus bangkit dan mempertahankan maruah menjadi salah satu pesan utama yang menonjol.
Lirik Lagu Maharddhika
[Verse 1: Raflex]
Serata mata merata rata perhati langkah merangka
Rela membela si bangsa yang suka berlegar
Legasi yang punah kerna dasar nafsu serakah
Dibanggakan ini dibilangnya maharddhika
Bukan berbilang sombong untung tidak didukung
Namanya punah pekung keluar benak kepompong
Hanyut mala petaka dari tanahnya mereka
Mana bangsa ku dirgahayu hendak meraja
Hapuskan, daripada fitnah berita
Mereka tersiksah derita merana dari tanah mereka
Berlayar ke malaya maka tanah yang perlu dijaga
Jika terpejam lena butalah segala galanya
[Pre-Chorus: Mya]
Kalau rebah bangkit jangan mengalah
Tanah ini maruah yang wajib kita jaga
Kulaung maharddhika sampai langit terbuka
Selamanya Malaysia
[Chorus: Mya]
Kulaungkan langka suara, semangat sumpah taat setia
Bersama semua satu suara, ini tanah tumpah darah kita
Kulaungkan madah buana, api ini kan terus membara
Bersatu kita melangkah gagah, demi tanah warisan bangsa
[Verse 2: Hemo]
Kisah yang bermula, beridola si kemala
Bukan gejala tipu belaka, bukan cerita yang fabula
Yang bukan asusila, abela dan cencala
Lagu menjadi epistola, semoga nasibnya terbela
Bila hati berkelemayar, berikhtiar hendak berlayar
Cuma manusia yang biasa ku berikrar tuk Malaysia
Titir dadaku berkobar, zikir ku makanan jiwa
Bibir ku memuji Dia, dikir ke atas namaNya
Bertaruh nyawa, bertarung jiwa dan raga
Bertara suka rela, bertarah harta dan benda
Bertahan demi bangsa, bertahun akan berjaga
Bertabah walau susah, bertamukan yang berbalah
[Chorus: Mya]
Kulaungkan langka suara, semangat sumpah taat setia
Bersama semua satu suara, ini tanah tumpah darah kita
Kulaungkan madah buana, api ini kan terus membara
Bersatu kita melangkah gagah, demi tanah warisan bangsa
[Verse 3: Achoi]
Di saat tangan kanan kau mengenggam tanah pusaka
Mahajana, main cuka, puncak tangga bermuda
Hitam hanuman kera, kau landaskan jewama
Makar helang gelata melahap isi nakara
Perut yang membusung, dosa kau yang menanggung
Kertas nilai beracun, anak bangsa dihukum
Retaka, dimurka, durjana, maruah, seranah, ternoda
Berdaulat, wibawa, dicelamatawang, disembah
Manusia, umanahhukama, pendusta
Bencana, malapetaka menimpa kerakusan dubuk liar
Pabila ditiup sangkakala kedua di hadapan neraca
Menunggu azab balasan khianati ummah
[Bridge: Mya]
Akan aku pertahankan badai maruah
Untuk mereka
[Chorus: Mya]
Kulaungkan langka suara, semangat sumpah taat setia
Bersama semua satu suara, ini tanah tumpah darah kita
Kulaungkan madah buana, api ini kan terus membara
Bersatu kita melangkah gagah, demi tanah warisan bangsa

