Junjung Derajat

Lagu “Junjung Derajat” dari Insthinc hadir sebagai pernyataan tegas tentang integritas, kualitas lirik, dan dedikasi terhadap hip hop. Dirilis pada 10 Februari 2026, lagu ini menampilkan gaya rap penuh metafora, permainan kata, serta kritik sosial yang tajam. Dengan produksi dari ATKZ dan sentuhan engineering Pendekar Bukit Tengkorak, “Junjung Derajat” bukan sekadar lagu, melainkan manifestasi prinsip: berkarya demi cinta pada musik, bukan demi popularitas semata.

Lirik Lagu Junjung Derajat

[Verse 1]
Simsalabim assalamualaikum salamin
Telingamu ku selamin, y’all can say amin
Look cara saya main mereka tiru khan maen
Haha, tetap tak bisa ko samain
Insthinc jangan samarin
Sinting lawan arus jalan submarine
Spittin ragam ayat rasa saya ngaji
New G ni kayak sangaji jangan salahin
So, ko tengok baik-baik barang saya lain
Tak ada selain soal bars kita sel lain
Style slay text delay
Tiap oles hitung dapat berapa lapis dalam se line
Musim berganti tetap saya alami
Hanya looping beat di kuping buat saya nagih
Yang haus perhatian pergi sana gih
Modal bangke buat salami kamu sah mati
Balik rajut kalam lanjut safar di
Luar jaring alam liar mode safari
Gores abadi jangan tanya siapa nih?
Sejak yang fana hanya waktu kata Sapardi

[Chorus]
Tak pernah kasih peace aku samadhi
Mereka sibuk cari me macam saya mahdi
Yang minta drama, you must salah ring
I do this for the love lo fix sembah salary

[Verse 2]
Atur kata dengan langkah jaga serasi
Tak percaya dengan saya? ya terserah sih
Musik bak terapi yang ku semati
Suara dari serambi jika suka kita sehati
Hari berganti sisanya sama sih
Old me new mean dalam summary
Tak ada formula organik sama asi
Jari tengah ke industri? saya masih
Persetan kemasan telanjang saya kasih
Ragam paket keemasan dengan sarkastik
Antar ke masa yang kan selamati
Mau adu massa? kata Randi ku sela-mati
Tak pernah jalan setengah hati
Mode selalu lapar tapi haram setengah hari
Mereka marathon setengah mati
Jangan dikejar kau tak ada setengah dari
Semua punya suara tidak sama keys
ABC ni caraku gaya samawi
Coret tiap bintang kasih terbalik cara satanik
Yang gak suka baby-baby u can suck my D

[Chorus]
Tak pernah kasih peace aku samadhi
Mereka sibuk cari me macam saya mahdi
Yang minta drama, you must salah ring
I do this for the love lo fix sembah salary

Deskripsi

Secara garis besar, “Junjung Derajat” mengusung tema harga diri, konsistensi, dan supremasi lirik dalam dunia hip hop. Insthinc menegaskan identitasnya sebagai rapper yang tidak mengikuti arus, melainkan berjalan dengan gaya sendiri.

Pada Verse 1, lirik dipenuhi metafora religius, sastra, dan permainan kata yang kompleks. Referensi seperti “sangaji” dan “kata Sapardi” memperlihatkan kedalaman literasi sekaligus kepercayaan diri dalam meramu baris rap. Insthinc menyampaikan bahwa kualitas tidak bisa disamakan atau ditiru begitu saja.

Bagian chorus menjadi inti pesan lagu: “I do this for the love lo fix sembah salary” menegaskan bahwa ia berkarya karena cinta terhadap musik, bukan demi uang atau validasi industri. Sikap ini memperlihatkan independensi serta komitmen pada idealisme.

Di Verse 2, Insthinc semakin tegas. Ia menolak kompromi terhadap standar industri yang hanya mengejar kemasan. Kritik terhadap “sembah salary” menjadi sindiran pada musisi yang berkarya semata demi keuntungan finansial.

Secara keseluruhan, “Junjung Derajat” menyampaikan pesan bahwa nilai seorang seniman terletak pada konsistensi, keberanian berbeda, dan kualitas karya, bukan pada tren atau sensasi.

FAQs

Apa makna lagu Junjung Derajat dari Insthinc?

Lagu ini tentang menjaga harga diri dan idealisme dalam berkarya di dunia hip hop.

Apa pesan utama lagu ini?

Berkarya karena cinta terhadap musik, bukan demi uang atau popularitas.

Mengapa liriknya terasa kompleks?

Karena Insthinc menggunakan banyak metafora, referensi sastra, dan permainan kata khas rap liris.

Lagu ini termasuk genre apa?

Hip hop dengan gaya lirik boom bap dan pendekatan conscious rap.

Apa arti “Junjung Derajat”?

Secara makna, mengangkat martabat atau menjaga harga diri melalui karya dan prinsip hidup.

You cannot copy content of this page