Lagu “Dah Saja Dah” dari Amster Gank menjadi pernyataan tegas eksistensi kolektif hip hop asal Asmat, Papua Selatan (PapSel). Dirilis pada akhir 2025, lagu ini menghadirkan energi rap yang agresif, lirik penuh percaya diri, serta identitas kuat musik timur yang tidak bisa disalin begitu saja. “Dah Saja Dah” bukan hanya lagu, tetapi simbol sikap: tampil beda, tidak ikut arus, dan tidak perlu banyak kompromi.
Lirik Lagu Dah Saja Dah
[Verse 1: Jose]
Ikuti arus bass nih ko hanyut ke Selatan
Yang mulai copy paste kini mulai kelihatan
Kita tetap berikan yang ko mau nih kan, ko pu mau
Ko pun tau karena nikmati musik ini dari jauh
Sudahlah, ko kalah, tong tetap tampil beda
Mengalah, menyala nih musik trakan jeda
Asyik begini baru ko mo tadah?
Levelnya segini? sa hanya kasih dada
[Verse 2: Giano]
Yo, Giano masuk obrak-abrik, mereka lari kocar-kacir (wah)
Belaga ilfil lagu acara tetapi sekarang naksir (eh)
Topi batas guci-guci, santai ikuti tempo
Berhenti usik-usik karena PapSel tong tara biasa tes to
Tarakan setara, dong tu cuma pion
Asmat pride yang stel, hambur satu batalyon
Tong bikin ah, karena musik ni tarada batasan
Barang apa jadi, PapSel nama naik, dong yang kepanasan
[Chorus: Jordan]
Yo, ini Selatan, ko ganas tahan
Rasa tersaingi dan ko su berantakan
Ko tra andalan, tong yang andalan
Ko buru sampe cape, tetap ko kan jauh ketinggalan
Daa saja dah, daa saja dah
Daa saja dah, ko daa saja dah
Daa saja dah, daa saja dah
Daa saja dah, ko daa saja dah
[Verse 3: Zayn Billal]
Yo, shut up my homie got you feelin hopeless
You can’t complaint sebut saja kami rompes
(So gaul to) angin Selatan trakan mo testo
Barang ko di Timur ikut template macam Prangko
Sisa yonggan ko tersiksa mok
Ko tara dapat pele, ko buru, ko cape
Apele ko susah, yang ada ko luka
Berani meniru di situ baru bicara seakan keliru ai mama yuu ko dapa bla!
[Verse 4: Bradley]
Ey, Selatan punya atambon like a racik boom
Tetap meledak selalu asyik sampe dong batiru to
Kasih bunyi tanpa stom, ko stop ah, ko belom
Selatan pu ciri khas sendiri, tara bisa di copy bro
Baku cigi-cigi (paten), ninja guci (absen)
Gelombang dalam tenda, seruling ular itu kita
Batiru pigi-pigi, ni asli bikin nagih god d-mn
Tobat masuk tenda, belakang sisip tramontina
[Chorus: Jordan]
Yo, ini Selatan, ko ganas tahan
Rasa tersaingi dan ko su berantakan
Ko tra andalan, tong yang andalan
Ko buru sampe cape, tetap ko kan jauh ketinggalan
Daa saja dah, daa saja dah
Daa saja dah, ko daa saja dah
Daa saja dah, daa saja dah
Daa saja dah, ko daa saja dah
Deskripsi
Secara tematik, “Dah Saja Dah” mengangkat isu orisinalitas, persaingan, dan kebanggaan daerah dalam skena hip hop. Sejak verse awal, Jose menegaskan bahwa Amster Gank tidak mengikuti tren copy-paste, melainkan menciptakan arus sendiri dengan bass dan karakter khas Selatan.
Verse Giano dan Zayn Billal memperkuat narasi perlawanan terhadap peniru dan pesaing yang hanya ikut template. Banyak metafora lokal dan istilah khas Papua Selatan digunakan untuk menegaskan identitas, menjadikan lagu ini terasa autentik dan berakar kuat pada kultur asalnya.
Bagian chorus yang diulang dengan frasa “Dah saja dah” berfungsi sebagai sindiran sekaligus penutup argumen: tidak perlu banyak bicara, hasil dan konsistensi yang akan menjawab. Sementara itu, verse Bradley menegaskan bahwa ciri khas musik Selatan tidak bisa direplikasi, karena lahir dari pengalaman, lingkungan, dan karakter kolektif itu sendiri.
Secara keseluruhan, lagu ini adalah anthem kepercayaan diri, ditujukan untuk menunjukkan bahwa Amster Gank hadir bukan untuk bersaing secara remeh, melainkan untuk mengukuhkan posisi mereka di peta hip hop Indonesia Timur.
FAQs
Lagu ini menyampaikan pesan tentang kepercayaan diri, orisinalitas, dan sikap tidak peduli terhadap peniru atau pesaing.
Amster Gank adalah kolektif hip hop asal Asmat, Papua Selatan (PapSel) yang dikenal dengan gaya rap khas dan identitas timur yang kuat.
Ungkapan tersebut berarti “sudah cukup” atau “tidak perlu banyak bicara”, sebagai bentuk sindiran dan penegasan sikap.
Tentang persaingan di dunia musik, kritik terhadap peniru, serta kebanggaan terhadap identitas dan ciri khas sendiri.
Lagu ini resmi dirilis pada 31 Desember 2025.