Rapper KENNYJACTA Gandeng ERN dan Dochi Sadega di Nomor “Kau Coba Rayu” Move on Dengan Cara Elegan

Cover single Kenny Jacta Kau Coba Rayu dengan ilustrasi hati meleleh dan kunci berbentuk hati

Kenny Jacta siap mengeluarkan single perdananya setelah bergabung dengan salah satu anak perusahaan Sony Music Indonesia, FloorInc. Dengan mengambil judul “Kau Coba Rayu”, musisi asal Malang, Jawa Timur, ini menggandeng ERN dan Dochi ‘Pee Wee Gaskins’ sebagai rekan kolaborasi di single bernuansa hipdut dengan lirik berbahasa Indonesia, sebuah langkah baru dalam perjalanan musikal Kenny. “Single ini akan terasa berbeda dari  lagu-laguku sebelumnya karena aku sekarang menulis lirik dengan bahasa Indonesia, sementara mayoritas laguku sebelumnya full berbahasa Inggris.” Single “Kau Coba Rayu” ini sendiri terinspirasi dari pengalaman pribadi Kenny dan mengangkat tema move on dengan cara yang elegan serta keberanian untuk tidak kembali ke hubungan yang sama meski godaan datang lagi. “Aku memilih tema ini karena memang sedang sesuai dengan situasi di kalangan anak-anak Gen Z zaman sekarang.”

Keterlibatan ERN dan Dochi menambah rasa semangat Kenny dalam mengerjakan single ini. “Aku senang banget bisa kerja sama dengan ERN, bahkan saat membuat demonya pun, aku langsung kebayang Ern untuk kolaborasi. Ini memang sudah jadi keinginanku sejak 2022 lalu dan baru berhasil diwujudkan di “Kau Coba Rayu” ini. Sementara untuk Dochi, aku sudah jadi pendengar Pee Wee Gaskins sejak masih SD, jadi saat dapat kesempatan untuk bekerja sama, tentu aja senang. Syukurlah, saat aku sampaikan niat ini, keduanya menyambut baik. Mungkin, karena bisa dibilang ini genre baru yang lagi hype sehingga Ern dan Dochi tertarik untuk mencobanya juga.”

ERN, salah satu rekan kolaborasi Kenny di single ini, mengaku agak khawatir saat ditawari kesempatan mengeksplor genre yang belum pernah ia coba ini. “Awalnya, aku takut karena tidak punya pengalaman di hipdut sama sekali, suaraku juga bukan suara yang mengarah ke sana. Tapi, karena lagi ingin mencoba hal baru, akhirnya aku beranikan diri untuk mencoba dan ternyata seru juga. Kolaborasi ini memberiku pengalaman baru serta membuat aku berani mengeksplor genre baru dan lebih banyak menulis lirik dalam bahasa Indonesia.”

Menurut Kenny, proses pengerjaan lagu ini tergolong cepat karena demonya sudah siap hanya dalam waktu satu bulan. Setelah musik yang dibuat oleh Silverzone (selaku produser) selesai, Kenny melanjutkan dengan membuat chorus dan verse-nya, baru kemudian diberikan kepada untuk mengisi chorus dan bridge. Saat rekaman ulang di Jakarta, barulah dimasukkan tambahan dari verse milik Dochi. 

Menyatukan suara dari berbagai genre dan referensi dirasa Kenny sebagai tantangan dalam pengerjaan “Kau Coba Rayu”. Meski begitu, ia yakin, kehadiran ERN dan Dochi memberikan karakter yang berbeda dan membuat single ini semakin berwarna. Sementara itu, bagi ERN, tantangan ia rasakan saat diminta membuat lirik dalam bahasa Indonesia. “Aku terbiasa menciptakan lagu dengan lirik bahasa Inggris sehingga kosakata bahasa Indonesia-ku kurang. Tapi, di single ini, aku belajar bahwa menulis lirik itu tidak perlu terlalu baku dan lyrical karena yang terpenting adalah bisa sampai dan diterima oleh para pendengar.”

Melalui single barunya, Kenny berharap lagu ini bisa diterima oleh berbagai kalangan dan menjadi teman bagi mereka yang sedang berusaha bangkit. “Jadi, lewat single ini, aku hanya ingin berpesan: jangan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Tidak semua yang datang lagi harus kita terima. Selain itu, aku juga ingin mengajak orang-orang yang terpuruk karena cinta untuk bisa bangkit pelan-pelan dan lebih percaya diri lagi.” Serupa dengan Kenny, ERN juga memiliki pesan dengan nada yang sama. “Semoga lagu ini bisa relate ke teman-teman yang ingin menyudahi hubungan, tapi masih bimbang. Kalau memang sudah tidak ada feeling, lebih baik akhiri saja daripada makan hati sendiri,” tutupnya. Single terbaru Kenny Jacta feat. ERN dan Dochi, “Kau Coba Rayu”, sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital mulai 13 Februari 2026.

You cannot copy content of this page